Punggung Sering Sakit saat Hamil

Kebanyakan sakit pada punggung selama kehamilan terjadi akibat perubahan otot tulang punggung (70%). Selama kehamilan, rahim bertambah lebih besar dengan berat janin dan cairan amniotik. Berat ini bisa merubah pusat gravitasi pada ibu, menyebabkan penambahan beban di otot punggung dan ligamen.

Untungnya, hal ini hanya berlangsung selama 9 bulan, sehingga para calon ibu dapat mudah beradaptasi terhadap perubahan ini. Mereka yang tidak bisa menyesuaikan diri dengan perubahan ini akan mendapatkan sakit punggung - otot keseleo/tegang atau cidera pada ligamen. Cobalah untuk membawa kotak seberat 3-10 kg di depan Anda. Tahan berat ini selama sejam. Punggung akan mulai sakit dan membutuhkan bantuan untuk mengurangi ketegangan dan ketidaknyamanan. Apalagi berat badan calon ibu dapat bertambah 10-20 kg saat mengandung.

Penyebab lainnya untuk kemungkinan luka pada ligamental selama kehamilan adalah perubahan hormonal. Progestrone membuat ligamen lebih lentur dan fleksibel. Ini akan menyebabkan perubahan  terjadi di dalam rahim dan tulang  panggul sehingga janin dapat  melewati vagina dan keluar secara normal. Ligamen pada tulang belakang secara perlahan akan semakin melemah, menambah resiko kompensasi kelebihan beban pada punggung karena beban di depan. Tanpa otot punggung yang kuat, luka pada ligamental akan semakin parah sehingga postur memburuk.

Selebihnya atau 30% dari sakit punggung selama kehamilan bisa jadi disebabkan ketidakberesan pada kondisi tulang belakang yang terjadi sebelumnya. Sekarang, dengan semua perubahan hormonal dan mekanis/struktural, gangguan pada tulang belakang seperti hernia atau tekanan syaraf bisa terjadi.

Hal ini dapat bertambah buruk bila kehamilan terjadi berturut-turut. Jika sakit punggung terjadi terus menurus, maka tulang punggung akan mendapati lebih banyak tekanan. Kondisi tulang belakang bisa memburuk, khususnya proses degenerisasi yang lebih cepat pada piringan. Hal ini dapat meningkatkan atau memperburuk sakit punggung pada kehamilan selanjutnya.