Cara Mengobati Luka Diabetes

Ternyata Diabetes bisa menyebabkan berbagai luka yang sulit untuk disembuhkan, penyakit itulah yang disebut luka diabetes, ada yang juga yang memanggil penyakit ini dengan nama gangren. Sebernanya gangren itu apa? Bagaimana pengobatan nya ? Sekarang untuk pengobatan anda tidak perlu khawatir karena sekarang ada XAMthone Plus yang sudah terbukti bisa menyembuhkan diabetes mellitus dan luka diabtes itu sendiri. Mari kita bahas sedikit tentang luka diabetes atau gangren.

Pengertian Gangren Atau Luka Diabetes

Luka Diabetes atau Gangren adalah luka yang sudah membusuk dan bisa menyebar. Gangren ditandai dengan jaringan yang mati berwarna kehitaman dan berbau busuk karena adanya pembusukan oleh bakteri. Apabila bagian yang terkena gangren dipegang akan terasa dingin dan baal (mati rasa). Awalnya daearah yang terkena akan berwarna merah, tetapi lama kelamaan berubah menjadi cokelat, dan apabila sudah parah akan berwarna hitam, yang menandakan jaringan sudah mati. Ada beberapa tipe gangren: basah, kering, dan yang menimbulkan gas.

Ciri ciri Penderita Diabetes yang terkena Gangren

Pada penderita diabetes melitus, jenis gangren biasanya basah dan umumnya terdapat di alat gerak bawah terutama kaki. Pada penderita diabetes melitus, gangren disebabkan oleh kurangnya aliran darah karena makroangiopati (aterosklerosis) dari pembuluh darah besar di tungkai terutama pembuluh darah di daerah betis. Penyumbatan karena aterosklerosis ini akan menyebabkan aliran darah yang menuju ke tungkai terhambat sehingga jaringan kekurangan oksigen dan nutrisi yang dapat menyebabkan jaringan menjadi mati rasa, bahkan menjadi jaringan mati. Selain itu adanya penyakit kardiovaskuler, neuropati, angiopati, infeksi bakteri (Streptococcus), dan komplikasi lainnya juga dapat menyebabkan gangren. Gangren dapat disembuhkan apabila terdeteksi dini, sebelum jaringan mati. Setelah jaringan mati, harus dilakukan amputasi. 

 Apakah Penyakit Diabetes Mellitus Itu?
Seperti telah disebut diatas bahwa hormon insulin yang dihasilkan oleh kelenjar pankreas (kelenjar pankreas terletak di lekukan usus dua belas jari ) sangat penting untuk menjaga keseimbangan kadar gula ( glukosa ) darah antara 60 – 120 mg/dl waktu puasa dan kadar gula dalam dua jam sesudah makan di bawah 200 mg/dl. Apabila terdapat gangguan kerja insulin, baik kualitas maupun kualitas, maka keseimbangan tersebut akan terganggu dan kadar gula darah cenderung naik.
Seseorang sudah dapat disebut Diabetes Mellitus apabila menderita 2 dari 3 yang tersebut di bawah ini:
Keluhan haus, banyak minum, banyak kencing, penurunan berat badan.
Kadar gula darah lebih dari 120 mg/dl, pada waktu puasa.
Kadar gula darah lebih dari 200 mg/dl, 2 jam sesudah makan.
Karena kadar gula darah meningkat, maka kelebihan gula ( glukosa ) tersebut akan dikeluarkan melalui air seni dan terjadilah glukosuria ( yaitu adanya glukosa – gula di dalam air seni ); pada orang normal tidak terdapat glukosa di dalam air seninya. Adanya gula di dalam air seni ini dapat diketahui dengan beberapa cara, antara lain :
Air seni penderita tersebut segera didatangi semut karena mengandung gula
Adanya rasa manis di air seni ( Dr. Thomas Willis dari Inggris pernah mencoba menjilatinya )
Timbul rasa gatal di kemaluan pada bekas kencing
Dan yang paling tepat adalah pemeriksaan terhadap adanya glukosa atau gula di dalam air seni, dengan cara :
A. Reaksi Fehling ( reaksi rebus )
B. Kertas strip yang disebut BM test
C. Kertas strip lain : Glukotest
D. Kertas strip yang disebut Diastix
E. Reaksi dengan tablet, yaitu dengan Clinitest.Salah satu atau beberapa cara ( a, b, c, d ) tersebut biasanya telah diketahui oleh penderita Diabetes Mellitus.

Diabetes melitus adalah suatu penyakit gangguan kesehatan di mana kadar gula dalam darah seseorang menjadi tinggi karena gula dalam darah tidak dapat digunakan oleh tubuh. Diabetes Mellitus / DM dikenal juga dengan sebutan penyakit gula darah atau kencing manis yang mempunyai jumlah penderita yang cukup banyak di Indonesia juga di seluruh dunia.
Pada orang yang sehat karbohidrat dalam makanan yang dimakan akan diubah menjadi glukosa yang akan didistribusikan ke seluruh sel tubuh untuk dijadikan energi dengan bantuan insulin. Pada orang yang menderita kencing manis, glukosa sulit masuk ke dalam sel karena sedikit atau tidak adanya zat insulin dalam tubuh.
Akibatnya kadar glukosa dalam darah menjadi tinggi yang nantinya dapat memberikan efek samping yang bersifat negatif atau merugikan. Penyakit yang akan ditimbulkan oleh penyakit gula darah ini adalah gangguan penglihatan mata, katarak, penyakit jantung, sakit ginjal, impotensi seksual, luka sulit sembuh dan membusuk / gangren, infeksi paru-paru, gangguan pembuluh darah, stroke dan sebagainya. Tidak jarang bagi penderita yang parah bisa amputasi anggota tubuh karena pembusukan. Oleh sebab itu sangat dianjurkan melakukan perawatan yang serius bagi penderita serta melaksanakan / menjalani gaya hidup yang sehat dan baik bagi yang masih sehat maupun yang sudah sakit.

 Beberapa faktor resiko Diabetes melitus yaitu :
*Orang yang mempunyai orang tua, saudara, atau saudara perempuan dengan penyakit diabetes
*Obesitas atau kegemukan
*Umur lebih dari 45 tahun
*Beberapa kelompok etnis atau suku (khususnya Afrika Amerika, penduduk asli Amerika, Asia, Kepulauan Pasifik, dan  Amerika Hispanik)
*Gestational diabetes atau melahirkan bayi dengan berat badan lebih dari  9 pound
*Tekanan darah tinggi
*Tingkat trigliserida (molekul lemak) darah yang tinggi
*Kadar kolesterol darah yang tinggi
*Orang dengan aktivitas olahraga yang sangat minim
Asosiasi Diabetes Amerika menganjurkan untuk semua orang dewasa yang berumur di atas 45 tahun sebaiknya diperiksa terhadap kemungkinan mengidap penyakit diabetes minimal sekali tiap 3 tahun Orang-orang dengan resiko tinggi sebaiknya diperiksa lebih sering.