Belajar (rendah hati) dari Maria

Renungan Minggu Adven IV – Tahun C – 20 Desember 2009

Mi 5,2-5a; Ibr 10,5-10; Luk 1,39-45

Oleh: Rm. Victor Bani, SVD

Rm. Victor Bani, SVD

Salah satu orang Kudus dalam Gereja kita yang mungkin paling ‚kontroversial‘ adalah Bunda Maria. Dia bukan saja tokoh yang paling banyak dipelajari, -lihat saja berapa banyak buku tentang Maria yang telah ditulis orang dari dulu sampai sekarang- tetapi juga paling sering disalahmengerti. Semakin orang, banyak belajar tentang dia, semakin juga orang, salah memahami dan menjelaskan dirinya.

Meskipun Bunda Maria adalah tokoh favorit bagi milyaran orang, namun tidak sedikit juga yang menganggap dia biasa-biasa saja, tidak lebih istimewa dari perempuan-perempuan lain dalam Kitab Suci, bahkan ada juga yang mencemoohkan dia.

Bagi kita, saya pribadi, paling kurang dan anda, dia adalah Bunda yang terberkati, perawan yang suci, yang tidak ada duanya di dunia ini. Tapi bagi orang lain, dia cuma kebetulan dipilih oleh Allah untuk mengandung dan melahirkan Yesus, Putera-Nya. Bunda Maria tidak lebih dari itu.

Karena iman dan kepercayaannya, tetapi juga karena apa yang telah dilakukannya semasa hidupnya, Bunda Maria telah ditinggikan oleh Allah, dia bahkan diangkat ke surga, utuh, seluruhnya, dengan jiwa dan raganya dan dimahkotai di sana untuk menjadi Ratu Surgawi. Itulah iman dan kepercayaan kita. Namun saat yang bersamaan, berapa banyak ahli yang berusaha mati-matian untuk mencari dan menemukan kubur Bunda Maria, hanya sekedar untuk membuktikan bahwa apa yang dipercayai selama ini, sia-sia belaka.

Bunda Maria, dia itu sekaligus, dicintai dan ‘dibenci’ oleh orang banyak. Perhatikanlah apa yang dilakukan orang ketika mereka mengikuti perayaan ekaristi di tempat-tempat ziarah dan di gua-gua Maria? Daripada ngantuk dengerin kotbah romonya, mendingan berdoa rosario. Saking ngefansnya orang pada doa Rosario tetapi terlebih pada Bunda Maria, mereka menghormati dia pada waktu dan tempat yang salah. Kalau ada berita penampakan Bunda Maria, di ujung dunia sekalipun, orang pasti akan berbondong-bondong ke sana. Dia dicintai, disayangi dan dihormati melebihi apapun yang ada di dunia ini. Tetapi kalau kita mau membuka mata dan melihat kenyataan yang ada di sekitar kita, ada berapa banyak saudara dan saudari kita yang dipaksa atau terpaksa meninggalkan iman dan kepercayaannya karena tidak tahan direcoki dengan cerita-cerita yang tidak benar tentang Bunda Maria oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab? Bunda Maria, dia sekaligus, dicintai tetapi juga ‚dibenci‘ oleh banyak orang.

Kita tinggalkan sejenak fakta seputar Maria di atas, mari kita lihat apa yang dikatakan bacaan injil hari ini. Entah apa artinya Bunda Maria bagi anda, tapi bagi saya pribadi, Bunda Maria adalah Bunda yang luar biasa. Dia adalah pribadi yang sangat istimewa.

Luar biasanya Maria terletak pertama-tama bukan karena dia telah dipilih Tuhan dari sekian banyak wanita untuk menjadi Bunda Allah, tetapi justru karena setelah dipilih, dia tetap menjadi Maria yang dulu, seorang perempuan yang bersaja, seorang perempuan yang sederhana, seorang perempuan yang rendah hati, seorang perempuan yang setia dan konsekuen dengan janji-janjinya.

maria-elisabeth

Tidak peduli kalau dirinya adalah orang pilihan Tuhan, dia tetap pergi mengunjungi Elisabet saudarinya. Di sini Maria menunjukkan kerendahan hatinya yang sungguh luar biasa. Dia adalah ibu Tuhan, tapi sama seperti puteranya yang rela melepaskan keAllahannya untuk menjadi manusia seperti kita, demikian juga dengan Bunda kita Maria. Dia tidak peduli dengan status ibu Tuhan yang disandangnya. Ia tetap datang mengunjungi Elisabeth saudarinya.

Contoh lain. Ketika murid-murid Yesus lari meninggalkan Dia, saat Ia ditangkap, disiksa dan disalibkan, yang dilakukan Bunda Maria adalah tetap setia mendampingi Puteranya, bahkan di saat-saat akhir hidupnya. Ibu siapa yang tega menyaksikan puteranya difitnah, ditangkap, disiksa, disalibkan dan kemudian wafat di sana? Hanya Bunda kita Marialah yang bisa melakukan semua itu, dengan penuh ketabahan.

Karena Maria telah setia dan dengan penuh kepercayaan melaksanakan seluruh rencana Allah, Allah berkenan memuliakan dia, mengangkat dia menjadi Bunda Gereja, mengangkat dia menjadi Bunda kita semua.

Pesan yang bisa kita peroleh dari Maria: IMAN Maria kepada Tuhan dan kerendahan hatinya yang sungguh luar biasa. Kalau kita sungguh-sungguh beriman kepada Tuhan dan rendah hati dalam hidup kita -seperti Maria- dengan melaksanakan kehendak dan rencana Tuhan dalam diri kita, maka kitapun akan dipermuliakan oleh Allah dan bersama dengan Maria kita boleh bernyanyi: “Aku mengagungkan Tuhan, hatiku bersukaria karena Allah penyelamatku. Sebab Ia memperhatikan daku, hambanya yang hina ini”.

“SELAMAT HARI RAYA NATAL 2009″